Perjalanan Aprilia Sebagai Legenda Balap

Hosting Unlimited Indonesia

Ujung tombak hasil produksi Aprilia diperkenalkan ke publik pada 2009 yaitu superbike RSV4. Dikendarai oleh Max Biaggi, RSV4 memenangkan World Superbike Championship pada 2010, yang merupakan tahun kedua partisipasi resminya. Hal ini menjadi  penutup akhir tahun yang menyenangkan, terutama dengan pembalap Italia pertama di  WSBK, terlebih lagi menunggangi sepeda motor asal Italia.

Peningkatan teknologi pertama kali untuk kendaraan roda dua berlanjut di 2011 dengan pengenalan RSV4. Di dunia olahraga, 2012 adalah tahun kembalinya Aprilia ke MotoGP dengan proyek ART dan kemenangan di SBK Championship dengan gelar The Rider (Massimiliano Biaggi) dan The Manufacturer. Pada tahun 2013 Caponord 1200 mulai dipasarkan, dan pada tahun yang sama Aprilia mendapatkan gelar World SBK Brand. Sedangkan pada tahun 2014 kemenangan ganda di World SBK membawa gelar the Manufacturer ke Noale dan memberikan Sylvain Guintoli pembalap asal Prancis  gelar The Rider.

banner 336x280

Musim 2015 menandai kembalinya Aprilia ke kelas MotoGP setahun lebih cepat dari jadwal yang diumumkan sebelumnya. Faktanya, strategi yang ditentukan oleh Grup Piaggio sebagai upaya Aprilia dalam premier class ditunjukan dengan mendukung pertumbuhan yang cepat dari competitive level, serta memusatkan pada upaya teknis dan organisatoris Aprilia Racing pada pengembangan prototipe kategori teratas. Sejalan dengan upaya yang dilakukan pada MotoGP, RSV4 mengukuhkan statusnya sebagai sepeda motor pemenang di World Superbike Championship, dengan memenangkan 3 balapan dan 10 kali finishing di podium sebagai bukti daya saingnya.

Kemudian, selama musim kejuaraan 2016, debut trek Aprilia RS-GP semakin terlihat, motor prototipe MotoGP pertama yang dirancang dan dibangun sepenuhnya oleh Noale Racing Department, dimulai dengan mesin eksklusif V4 yang kemudian menjadi kartu andalan bagi Aprilia

Pengembangan Aprilia RS-GP berlanjut pada tahun 2017 di kejuaraan dunia utama balap motor. Motor Italia ini menunjukkan kemajuan yang menggembirakan yang membuatnya secara konsisten menempati posisi 10 besar dengan pembalap asal Spanyol Aleix Espargaró.

Pada tahun 2018 Aprilia mengambil bagian dalam kejuaraan dunia MotoGP dengan Aleix Espargaró dan pembalap asal Inggris Scott Redding yang pada tahun 2019 menyerahkan posisinya kepada Andrea Iannone. Aleix Espargaró terus menunjukkan peningkatan kinerja dan rekam jejak yang baik sepanjang musim, selama kejuaraan 2021 ia mencetak podium bersejarah pertama Aprilia di MotoGP. Pencapaiannya di posisi ketiga menjadi tonggak bersejarah bagi Aprilia. Sejak balapan Aragon dan seterusnya, Maverick Viñales mulai bergabung bersama Aleix.

Tahun 2022 menandai waktu yang penting bagi Aprilia Racing yang terbilang masih baru dalam sejarah perhelatan MotoGP. Faktanya, tim Italia ini memperoleh status sebagai Factory Team, satu lagi langkah maju dalam pertumbuhan yang terlihat jelas selama dua musim terakhir. Kami menantikan kinerja tahun ini, terutama dengan V4 2022 RS-GP yang baru. Pada akhir pekan pertama MotoGP di Qatar, Aleix Espargaró memulai musim dengan awal yang baik dengan finish di posisi keempat, menjadi salah satu pencapaian terbaik dalam sejarah Aprilia di MotoGP.

banner 336x280
Cloud Hosting Indonesia